EGT MARGIN



EGTM / EGT margin
Sebelum membahas lebih dalam tentang EGT margin, kita harus paham dan mengerti terlebih dahulu definisi dari EGT ( Exhaust Gas Temperature ).

EGT adalah panas udara gas buang yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar pada combustion chamber. Kalau di kendaraan bermotor bisa disebut sebagai panasnya knalpot mobil/motor. EGT ini diukur dengan menggunakan thermocouple/ EGT probe yang bisa mendeteksi panas sampai temperature tertentu. Idealnya EGT probe ini dipasang di Engine pada posisi keluaran gas/udara setelah combustin chamber, namun berdasarkan analysis pabrik Engine , posisi ini tidak efisien karena EGT probe yang terpasang tidak bertahan lama untuk menahan expansi panas sampai ribuan temperature deg Celcius. Dengan pertimbangan ini umumnya EGT probe ini dipasang pada posisi setelah HP turbine ( LP Turbine Inlet ) contoh pada engine CFM, JT9D dll. Ada juga yang memasangnya pada LP Turbine Outlet seperti pada engine Spey (Roll Royce ).

Sebagai contoh Lihat Gambar diatas.. ( EGT Probe pada Engine CFM 56 – 3 );

Tingkat panas dari EGT ini berbeda beda sesuai dengan type dari engine-nya, khusus untuk engine jenis CFM 56 - 3C , rata-rata EGT berkisar antara 800 s/d 930 deg C. Kalau engine yang mempunyai performance yang baik, EGT yang ditunjukan akan lebih rendah dibanding dengan engine yang performance-nya lebih jelek. Karena Engine yang performance baik akan lebih efisien mengkonsumsi bahan bakar ( Avtur ), semakin efisien konsumsi bahan bakar maka temperatur yang di timbulkan selama proses pembakanpun akan semakin rendah atau engine tersebut akan memiliki EGT yang rendah.

Lantas apa kaitannya dengan EGT Margin…!
Atau apa itu EGT Margin ???

EGT Margin adalah selisih EGT yang dihasilkan oleh engine dengan EGT maximum yang diperbolehkan berdasarkan manual yang dibuat oleh pabrik. ( Engine Manual / Aircraft Maintenance Manual ).

Bagaimana cara menghitung EGT Margin ???
Caranya sangat mudah, yang penting anda bisa baca Manual dan bisa menghitung sampai level tingkat KUMON - A ( ya… perhitungan setara tingkat 2 SD….! He.. He…7x )

Secara garis besar perhitungan EGT Margin ada beberapa cara diantaranya ;

(1). Perhitungan EGT Margin yang dilakukan di Test Cell.

EGT Margin dihitung pada posisi engine sedang Take-Off , namun bisa juga dihitung pada posisi Maximum Continuous ( Lihat artikel : CFM Engine Performance Analysis ).

Contoh perhitungan :

Misalnnya engine dengan Serial Number 858777 di test pada Take-Off position (100 % N1 Rpm) pada suhu udara luar 30 deg C dengan menghasilkan EGT = 877 deg C . EGT tersebut masih penunjukan ‘Observed’(Artinya Aktual panas yang dihasilkan engine pada temperature tertentu). Kalau temperature udara luar berubah-ubah maka EGT pun berubah-ubah pula. Maka nilai EGT ini harus dikoreksi sesuai standard sea level, perhitungan EGT yang dikoreksi ini dinamakan EGT Corrected.

Jadi pada saat kita mengetes engine ada 2 parameter EGT yaitu ;
EGT Observed (yang berubah-ubah sesuai temperature udara luar / ambient temperature)
EGT Corrected (nilainya tetap tidak terpengaruh ambient temperature ). EGT Corrected ini nilainya sudah dihitung outomatis pada software system pengetesan , bisa juga dihitung manual sesuai Engine testing manual Testing-003.

Dalam contoh diatas, EGT Observed = 877 deg C , maka nilai EGT Corrected = 881 deg C

EGT Corrected inilah yang nantinya menjadi refferensi perhitungan EGT Margin. Tinggal lihat Tabel Maximum EGT pada Take-Off (Testing Manual), didapat Maximum yang diperbolehkan adalah 908 deg C.

Jadi EGT Margin = EGT Maximum – EGT Corrected = 908 – 881 = 27 deg C

(2). Perhitungan EGT Margin yang di lakukan di On Wing dengan MPA Check / Maximum Power Assurance Check .

Perhitungan EGT Margin dengan Power Assurance Check ini dilakukan pada RPM 80 % N1 or 85 % N1 or 90 % N1 pada OAT 15 deg C. dan Target N1 ini berubah –ubah sesuai dengan Temperatur udara luar (OAT=Outside Air Temperature).

Contoh; ( Perhitungan Power Assurance Check pada 90 % Corrected N1 )

Misalnya Engine S/N 858555 (C1 = 23.5 K) di test pada OAT ( Outside Air temperatute ) = 90 deg F, maka N1 target berubah menjadi 91.9 % ( lihat table MPA 90 % Corrected N1 ).


Dan EGT yang diperoleh sebesar ; EGT record = 810 deg C , dan N1 record = 90.5 %

Karena dipesawat tidak ada perhitungan EGT Margin Corrected seperti perhitungan di Test Cell, maka perhitungan corrected – nya berdasarkan aturan sbb;

FOR EACH 0.1 % N1 POSITIVE DIFFERENCE (N1 TARGET MORE THAN N1 RECORD), add 1.0 deg C to the EGT record to get EGT adjustment.

EGT adjustment = EGT record + { (N1 target-N1 record)/0.1) x 1 }
= 810 + { (91.9 - 90.5)/0.1 x 1 } = 810 + 14 = 824 deg C

Lihat table MPA 90% N1 (C1 = 23.5K) , pada OAT 90 deg F diperoleh EGT Maximum = 854 deg C

Jadi EGT Margin = EGT Maximum – EGT adjustment = 854 – 824 = 30 deg C

Ok… sekarang minum copy susu dulu …! biar tidak terlalu tegang, yang belum sholat , sebaiknya sholat dulu dech... biar diberikan kemudahan untuk memahami.

Sekarang kita coba bahas manfa’at EGT Margin…!

Apa Kegunaan EGT Margin ???

EGT Margin adalah perameter utama yang menunjukan kehandalan dari engine / Engine Reliability / Engine Health.

Setiap 1000 jam terbang (1000 hours) EGT Margin normal-nya akan turun 3 – 5 deg Celcius akibat deterioration. Atau setiap 1000 cycle, EGT Margin turun 8 deg C ( 1 cycle = 2 hours , approximately ).
Apabila dalam 1000 hour EGT margin turun 10 – 15 deg C ini mungkin telah terjadi kerusakan akibat adanya DOD, FOD atau kerusakan Hardware pada Engine tersebut. Seperti contoh :

-HPT shroud droop and HPT rotor blade wear.
-Bird strikes FOD
-DOD internal engine part has failed causing more damage.
-Cooling passages blocked in the Turbine cooling system
-Defective EGT Indication system.

Dan Apabila dalam 1000 hour EGT margin turun 25 – 30 deg C atau lebih ini mungkin telah terjadi kerusakan fatal pada hardware/basic engine , namun hal ini perlu dialukan trouble shooting untuk memastikan tidak ada kerusakan pada engine harness (indication), sebelum engine tersebut di bongkar untuk dilakukan perbaikan.

Jadi kesimpulannya apabila kita memiliki Engine dengan EGT Margin 40 deg C, Maka Engine tersebut diperkirakan akan turun untuk dilakukan Overhaul setelah (40 : 8) x 1000 cycle = 5000 cycle terbang atau 10000 jam terbang.

Sebagai tambahan Informasi :

EGT Margin CFM 56 – 3 C1 ( 23,5 K ) kalau diterbangkan pada thrust 22 K maka EGT Marginnya bertambah 20 deg C, dan kalau diterbangkan pada thrust 20 K maka EGT Margin nya bertambah 64 deg C.

Lihat artikel terkait : CFM 56 - 7B


Terima kasih & Semoga bermanfa’at.
Nantikan artikel-artikel berikutnya……, InsyaAllah…!

4 comments:

Lulus Sutopo said...

Artikel yang sangat menarik...
Salam kenal dan sukses selalu..
Mampir balik ya...

bukan BAM..bukan PKWT.. said...

hatur nuhun kang, artikel na ngabantos pisan...
Izin menyadur dan menyalin ya kang..
hidup test cell..hidup pingpong (loh??)..hehe

Dhani said...

ass.....

saya tertarik dengan artikel bapak,tentang EGT Margin. kemudian saya mempunyai beberapa pertanyaan:
1. proses apa yang terjadi pada perhitungan terhadap test cell dan on wing?
2. ketika mendapatkan nilai rata" apa yang harus dilakukan selanjutnya?

terimakasi atas bantuannya.

Julkahendri said...

freind, maw tanya ni contoh aplikasi smart sensor apa ya?
bwat tugas ane ni.. tolong ya..
makasih lam knal..