HIDUP ADALAH PILIHAN


Life is Choice

Five Smart Principles for life - description part (2) by : Nandang Surachman

Allah Maha mengatur semua yang ada di langit , di bumi dan seluruh alam semesta beserta isinya. Allah menciptakan NAFSU dan mengaturnya di dalam diri manusia, yang dimasukkan kedalam jasad bersamaan dengan RUH. Dengan NAFSU ,manusia akan memiliki hasrat / keinginan / kehendak untuk berbuat sesuatu. Hasrat / keinginan inilah yang Allah berikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang mau diambil, jalan kebaikan atau jalan kesesatan.

"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan."( Al-Balad :10 )


Dan apapun jalan yang kita ambil memiliki konsekuensi masing-masing, baik itu di dunia maupun di Akhirat.

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya".( Al-Baqarah : 25 )

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. " ( Annisa :115 )

“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

( Ar-rad :11 )

Masing-masing punya kekuatan dan kelemahannya. dan tidak ada pilihan hidup yang selalu sesuai dengan keinginan kita, bahkan suaatu sa’at kita akan menjalani pilihan hidup yang salah atau gagal. Kesalahan-kesalahan atau kegagalan-kegagalan tsb harus dijadikan pelajaran dengan mengambil hikmah yang positif. Namun perlu diingat bahwa orang dikatakan gagal jikalau ia tidak pernah mencoba untuk berusaha menjadi yang terbaik atau lebih baik .

“..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( Albaqarah : 216 )

Dan tidak ada kata frustasi atau menyesal dalam hidup ini, karena tidak ada orang yang sukses tanpa diawali dengan kegagalan atau salah dalam menentukan pilihan. Kesalahan atau kegagalan itu harus dijadikan bahan bakar untuk berjuang lebih keras lagi.

Wahai sahabat....Seberapa keras hidup ini, kita masih punya senjata pamungkas yang luar biasa ( “hidup adalah Do’a “, nanti akan kita bahas pada bag-5 ), senjata ini hanya dimiliki oleh orang Muslim, Siapa yang lebih dekat dengan sang Pencipta Allah , maka segala urusannya akan Allah permudah. Seberapa Kerasnya dunia ini, Demi Allah….! akan terasa ringan, “Ud uunii astajiblakum, berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Ku kabulkan. Hak perogratif ini diberikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki ( sebagai Taqdir-Nya ).



No comments: