Search from this Blog

Loading...

Mengapa Pesawat Bisa Terbang

Mengapa Pesawat bisa terbang ?
Pesawat bisa terbang karena ada momentum dari dorongan horizontal mesin pesawat (Engine), kemudian dorongan engine tersebut akan menimbulkan perbedaan kecepatan aliran udara dibawah dan diatas sayap pesawat . Kecepatan udara diatas sayap akan lebih besar dari dibawah sayap di karenakan jarak tempuh lapisan udara yang mengalir di atas sayap lebih besar dari pada jarak tempuh di bawah sayap, waktu tempuh lapisan udara yang melalui atas sayap dan di bawah sayap adalah sama . Menurut hukum Bernoully , kecepatan udara besar menimbulkan tekanan udara yang kecil . sehingga tekanan udara di bawah sayap menjadi lebih besar dari sayap pesawat bagian atas. Sehingga akan timbul gaya angkat (Lift) yang menjadikan pesawat itu bisa terbang,

Ada beberapa bagian utama pesawat yang membuat pesawat itu bisa terbang dengan sempurna,

diantaranya sbb;

(1).Badan pesawat ( Fuselage ) terdapat didalamnya ; ruang kemudi (Cockpit) dan ruang penumpang (Passenger).
(2).Sayap (Wing), terdapat Aileron berfungsi untuk “Rolling” pesawat miring kiri – kanan dan Flap untuk menambah luas area sayap ( Coefficient Lift ) yang berguna untuk menambah gaya angkat pesawat.


(3).Ekor sayap (Horizontal Stabilazer), terdapat Elevator berfungsi untuk “Pitching” nose UP – DOWN.
(4).Sirip tegak (Vertical Stabilizer), terdapat Rudder berfungsi untuk “Yawing” belok kiri – kanan.
(5).Mesin (Engine), berpungsi sebagai Thrust atau gaya dorong yang menghasilkan kecepatan pesawat.
(6).Roda Pesawat ( Landing Gear ),berfungsi untuk mendarat/ landing atau tinggal landas / Take-off.
Pada dasarnya apabila pesawat sedang terbang selalu menggabungkan fungsi-fungsi control diatas, spt contoh ; bila pesawat belok kanan atau kiri , maka yang digerakkan Aileron dan Rudder, jadi sambil belok pesawat dimiringkan agar lintasan belok lebih pendek, yang dapat menghemat waktu dan menghemat pemakaian bahan bakar.

Hukum Bernoulli tentang aliran dan tekanan udara ( sumber : http://www.e-dukasi.net )
Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara, pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara.Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari pada sisi bagian bawahnya. Gambar di bawah adalah bentuk penampang sayap yang disebut dengan aerofoil.

Garis arus pada sisi bagaian atas lebih rapat daripada sisi bagian bawahnya, yang berarti laju aliran udara pada sisi bagian atas pesawat (v2) lebih besar daripada sisi bagian bawah sayap (v1). Sesuai dengan asas Bernoulli ;

Tekanan pada sisi bagian atas pesawat (p2) lebih kecil daripada sisi bagian bawah pesawat (p1) karena laju udara lebih besar. Beda tekanan p1 – p2 menghasilkan gaya angkat sebesar: F1-F2 = (p1-p2)A ,
dengan A merupakan luas penampang total sayap jika nilai p1 – p2 dari persamaan gaya angkat diperoleh ;
, dengan ρ adalah massa jenis udara.
Pesawat dapat terangkat keatas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat, jadi apakah suatu pesawat dapat atau tidak tergantung pada berat pesawat, kelajuan pesawat dan ukuran sayapnya. Makin besar kecepatan pesawat, makin besar kecepatan udara dan ini berarti
bertambah besar sehingga gaya angkat ( F1-F2 > mg ), Jika pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan pilot ingin mempertahankan ketinggiannya (melayang di udara), maka kelajuan pesawat harus diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat sama dengan berat pesawat ( F1-F2 = mg ).
Penerapan Hukum Bernoulli untuk mendesain pesawat terbang
Pesawat terbang dirancang sedemikian rupa sehingga hambatan udaranya sekecil mungkin. Pesawat pada saat terbang akan menghadapi beberapa hambatan, diantaranya hambatan udara, hambatan karena berat badan pesawat itu sendiri, dan hambatan pada saat menabrak awan. Setelah dilakukan perhitungan dan rancangan yang akurat dan teliti, langkah selanjutnya adalah pemilihan mesin penggerak pesawat yang mampu mengangkat dan mendorong badan pesawat.Pada dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang yang sedang mengangkasa.
(1).Berat pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi.
(2).Gaya angkat yang disebabkan oleh bentuk pesawat.
(3).Gaya ke depan yang disebabkan oleh dorongan mesin / engine
(3).Gaya hambatan yang disebabkan oleh gesekan udara


Jika pesawat hendak bergerak mendatar dengan suatu percepatan, maka gaya ke depan harus lebih besar daripada gaya hambatan dan gaya angkat harus sama dengan berat pesawat. Jika pesawat hendak menambah ketinggian yang tetap, maka resultan gaya mendatar dan gaya vertical harus sama dengan nol. Ini berarti bahwa gaya ke depan sama dengan gaya hambatan dan gaya angkat sama dengan berat pesawat.
Sistem kemudi pesawat terbang
Sistem kemudi pesawat terbang dipergunakan untuk melakukan manuver. Pada saat pesawat akan berbelok ke arah kanan maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri, begitu juga saat pesawat akan bermanuver ke kiri, maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri. Bagian belakang pesawat terdapat kemudi yang dirancang secara horizontal dan vertical.


Ekor Pesawat terbang untuk Manuver
Pesawat bisa terbang ke segala arah, menanti gerak kemudi pilot. Kalau kemudi diputar ke kiri, pesawat akan banking ke kiri. Demikian pula sebaliknya. Gerakan ini ditentukan bilah aileron di kedua ujung sayap utama. Lalu, jika pedal kiri atau kanan diinjak, pesawat akan bergerak maju ke kiri atau ke kanan. Dalam hal ini yang bergerak adalah bilah rudder.Posisinya di belakang sayap tegak ( Vertical stabilizer ).
Berbeda jika gagang kemudi di tarik atau didorong. Pesawat akan menanjak atau menukik. Penentu gerakan ini adalah bilah kemudi elevator yang terletak di kedua bilah sayap ekor horizontal.

Tuas Kemudi Pesawat Terbang

Tambahan foil pada pesawat Airbus A320 untuk manuver
Tambahan foil pada ekor pesawat
Fungsi foil adalah untuk mempermudah pesawat saat melakukan maneuver.
Artikel terkait ; Jenis Mesin (Engine) Pesawat terbang , klik disini !
JENIS - JENIS PESAWAT TERBANG , klik disini !


15 comments:

Aufa Sie Master Hacker said...

thankz bro info nya...

hadi noer permana said...

LIKE THISS

Rendi Rocchman said...

wah tuh info bgus bgt....klo leh tw bwt tambahan ja, mesin hibrida pada mobil sama pada pesawat apakah sama? dan itu mempengaruhi gaya dorong g?

teguhsofyan said...

keren ..
boleh donk dilihatin jenis_jenis kapal and type nya
thanks

teguhsofyan said...

keren keren !!
boleh donk dilihatin jenis_jenis kapal and type2 nya .
thanks :]

nandangs said...

mas teguh.. silahkan di klik aja di IMAGE GALERY .. ada banyak type2 pesawat.
Thanks

Anonymous said...

Nice!!! It's useful blog! It helps me especially for my prepare to join Indonesian Aviation School (STPI). At least, i know how the plane flies (basically). :)

emmy pujahati gd said...

subhanallah......
begitu sempurnaa allah menciptakan manusiaa yg bisaa menciptakann alat ttransportasii inii..

jujurr saya kagumm,dan baru sekarang sayaa mengetahui semuanyaa,

terimakasihhh,infoonya sangatt bermanfaat...

emmy pujahati gd said...

subhanallah......
begitu sempurnaa allah menciptakan manusiaa yg bisaa menciptakann alat ttransportasii inii..

jujurr saya kagumm,dan baru sekarang sayaa mengetahui semuanyaa,

terimakasihhh,infoonya sangatt bermanfaat...

Fathan said...

cuman nambahin gan.. :)
http://xsufi.blogspot.com/2011/08/mengapa-pesawat-bisa-terbang.html

Anonymous said...

boleh numpang opini mas, menurut saya.. di era teknologi mesin pesawat yg semakin canggih dan "powerfull" saat ini.. batasan hukum bernoulli smakin tipis.. maksud saya begini, bbrapa tipe pesawat saat ini dapat terbang BUKAN HANYA mengandalkan kelajuan udara melalui sayap.. tpi kombinasi dng aksi-reaksi. Contohnya pesawat tempur Harrier dan F-35 yg dpat terbang/landas scara vertikal.. apakah itu pake sayap? tidak..tpi akibat aksi-reaksi yg terjadi didalam mesin jet pesawat tersebut yg mengkompresi udara dan membakarnya secara cepat..shg mampu mengangkat pesawat scra vertikal.. tpi bgmn jika psawat terbang horisontal? baru mereka mnggunakan sayap.. begitu mnurut saya. Trmakasih

K@ng n@nd@ngs said...

Betul Mas.., bahwa hukum bernaoulli itu tidak berdiri sendiri tapi dimulai dengan adanya Aksi Reaksi, Aksi dari dorongan mesin pesawat (Thrust) yg akan memberikan reaksi pesawat bergerak horizontal, Reaksi ini akan memberikan efek Coanda (Coanda effect) yg akan membentuk aliran udara yang dibelah oleh aerofoil (sayap pesawat ), sehingga mengakibatkan Lift . kemudian bagaimana cara menghitung Lift (Gaya Angkat) secara teoritis Hukum Benaoulli lah yang bisa menjawabnya.
Demikian Mas, mudah2 han bermanfaat, terima kasih banyak atas tambahan informasinya.

Anonymous said...

greetings nandang-smart.blogspot.com blogger discovered your website via yahoo but it was hard to find and I see you could have more visitors because there are not so many comments yet. I have found site which offer to dramatically increase traffic to your blog http://cheap-mass-backlinks.com they claim they managed to get close to 4000 visitors/day using their services you could also get lot more targeted traffic from search engines as you have now. I used their services and got significantly more visitors to my website. Hope this helps :) They offer most cost effective services to increase website traffic Take care. Richard

design rumah minimalis said...

jadi fungsi dari turbofan engine nya itu seperti pendorong saja yah?? kalau kita lending kan berasa banget tuh ada suara gemuruh lebih besar pada engine nya sendiri padahal sudah mendarat kalau boleh tahu itu apa yah

K@ng n@nd@ngs said...

Betul.., Suara gemuruh ketika landing adalah suara tubrukan udara dgn spoiler (bagian sayap yg mengangkat keatas) melakukan pengereman dgn menghambat udara agar pesawat segera berhenti,
-Salam-